NAMA : Rafif
NO. REG : 8335162828
Prodi S1 AKUNTANSI FE UNJ
UTS UMKM
1. Jelaskan definisi dan kriteria UMKM berdasarkan para pakar (paling sedikit 3 pakar)!
2. Apa motivasi yang dibutuhkan untuk menjadi wirausahawan? Jelaskan bagaimana mindset wirausahawan (entrepreneur) terbentuk dan bagaimana cara membangun mindset wirausahawan tersebut pada diri kita ?
3. Bagaimana cara menumbuhkan keterampilan berfikir kreatif yang menjadi modal utama entrepreneur? Apa saja metode berfikir kreatif yang biasa dilakukan oleh para wirausahawan sehingga dapat melahirkan produk-produk inovatif ? berikan contoh orisinil Anda.
4. Jelaskan pengembangan UMKM di Indonesia dengan data yang dapat Anda peroleh dari internet dan fakta yang ada di lingkungan Anda!
5. Jelaskan tahapan dalam membuat usaha mikro kecil menengah yang ideal!
6. Jelaskan perbedaan antara manejer usaha kecil dengan wirausahawan! Serta sebutkan kelebihan dan kekurangan antara menjadi seorang pekerja dengan pengusaha!
7. Buatlah rencana bisnis sederhana dengan menggunakan bahan di bawah ini (bohlam bekas)! Cukup pada rencana merek, konsep ide, operasional dan pemasaran. (Nilai penuh untuk yang berpikir kreatif / unik)
Nomor 1
->Menurut M. Kwartono Adi (2007:12) mendefinisikan usaha kecil adalah kegiatan ekonomi rakyat yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200.000.000,- tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha atau yang memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp 1.000.000.000,- dan milik warga negara Indonesia.
->Menurut Zulkarnain (2006:125) mendefinisikan usaha kecil adalah kegiatan ekonomi rakyat yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200.000.000,- tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha atau yang memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp 1.000.000.000,-, berdiri sendiri (bukan perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai atau terafiliasi, baik langsung maupun tidak langsung dengan usaha menengah atau skala besar) serta berbentuk badan usaha yang dimiliki perseorangan (badan usaha yang tidak berbadan hukum, termasuk koperasi).
Sumber:
http://www.kajianpustaka.com/2013/01/definisi-usaha-kecil.html
http://www.kajianpustaka.com/2013/01/definisi-usaha-kecil.html
->Menurut Departemen Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UU No. 9 Tahun 1995), yang dimaksud dengan Usaha Kecil (UK), termasuk Usaha Mikro (UMI) adalah entitas usaha yang mempunyai memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200.000.000,- tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha, dan memiliki penjualan tahunan paling banyak Rp 1.000.000.000,-. Sementara itu, Usaha Menengah (UM) merupakan entitas usaha milik warga negara Indonesia yang memiliki kekayaan bersih antara Rp 200.000.000,- s.d. Rp10.000.000.000,- tidak termasuk tanah dan bangunan.
->Menurut Badan Pusat Statistik Nasional (BPS) BPS memberikan definisi UMKM berdasarkan kuantitas tenaga kerja. Usaha kecil merupakan entitas usaha yang memiliki jumlah tenaga kerja 5 s.d. 19 orang, sedangkan usaha menengah merupakan entitias usaha yang memiliki tenaga kerja 20 s.d. 99 orang.
->Menurut Bank Indonesia (BI) UMKM adalah perusahaan atau industri dengan karakteristik modalnya kurang dari Rp 20.000.000,- dan untuk satu putaran dari usahanya hanya membutuhkan dana Rp 5.000.000,- lalu memiliki aset maksimum Rp 600.000.000,- di luar tanah dan bangunan serta omset tahunan ≤ Rp 1.000.000.000,-.
->Menurut Departemen Perindustrian dan Perdagangan mendefinisikan UMKM jika memiliki aset maksimal Rp 600.000.000,- di luar tanah dan bangunan, perusahaan memiliki modal kerja di bawah Rp 25.000.000,-.
->Menurut Departemen Keuangan: UMKM adalah perusahaan yang memiliki omset maksimal Rp 600.000.000,- per tahun dan atau aset maksimum Rp 600.000.000,- di luar tanah dan bangunan.
->Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM):
1. Usaha Mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria Usaha Mikro sebagaimana diatur dalam Undang-Undang.
2. Usaha Kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar yang memenuhi kriteria Usaha Kecil sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang ini.
3. Usaha Menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perseorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan usaha kecil atau usaha besar dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini.
Sumber:
http://digilib.unila.ac.id/6027/16/BAB%20II.pdf
http://digilib.unila.ac.id/6027/16/BAB%20II.pdf
Nomor 2
->Salah satu motivasi yang paling dibutuhkan untuk menjadi wirausahawan adalah keinginannya untuk terus belajar dan menambah keterampilan. Seperti kita ketahui bersama, motivasi belajar menjadi modal awal bagi para wirausahawan untuk mengembangkan raksasa bisnisnya. Oleh karena itu, belajarlah dari orang-orang sukses di sekitar kita, belajarlah dari kegagalan yang pernah kita alami dan belajarlah dari sumber ilmu yang tersedia di seluruh belahan dunia.
Sumber:
http://www.iskandarst.com/motivasi-untuk-berwirausaha/
http://www.iskandarst.com/motivasi-untuk-berwirausaha/
->Wirausaha adalah sikap mental atau mindset. Mindset wirausaha merupakan seperangkat sikap hidup yang dibutuhkan untuk aktivitas wirausaha, misalnya keberanian mengambil resiko, kejujuran, inovatif, kreatif, tahan banting, kepercayaan diri dan lain-lain. Artinya, meski seseorang memiliki keahlian di dalam memproduksi barang, ahli memasarkan atau menguasai manajemen pengelolaan usaha seringkali mengalami kegagalan di dalam berwirausaha karena absennya mindset wirausaha tersebut.
->Oleh karena itu, sebelum terjun di dunia wirausaha, seseorang harus membangun mindset wirausahanya terlebih dahulu. Berikut ini merupakan beberapa langkah untuk membangun mindset wirausaha:
1. Lakukan Brainwashing
Buanglah anggapan yang salah mengenai wirausaha sebagaimana dicontohkan di atas. Gantilah dengan keyakinan bahwa hakikat dari wirausaha adalah sikap mental atau mindset. Memang mengganti keyakinan seperti itu bukanlah hal yang mudah, tetapi yakinlah bahwa itu bisa, sangat bisa. Tidak ada hal yang mustahil jika kita meyakininya.
Pelajari dari buku, seminar, pelatihan atau sumber lain mengenai sikap apa saja yang dibutuhkan oleh seorang wirausahawan. Misalkan berani mengambil resiko, cepat dalam memutuskan, jujur, kreatif dan lain-lain. Latihlah diri kita dengan sikap-sikap tersebut.
Selain itu, kita harus men-switch alam bawah sadar kita menjadi bermental wirausaha. Perlu kita ketahui bahwa sebagian besar perilaku kita sangat dipengaruhi oleh aktivitas alam bawah sadar ini. Jadi, jika ingin mengubah perilaku dan kesadaran kita, maka ubah dulu yang berada di bawah alam sadar kita, bagaimana caranya?
Kita bisa terinspirasi dari pendapat Jennie S. Bev di dalam bukunya ‘Mindset Sukses’. Di dalam buku tersebut, beliau memberi trik bahwa jika ingin memiliki mindset sukses maka katakanlah dalam hati ‘Saya adalah sukses. Sukses adalah saya”. Katakan ini berulang-ulang selama 1 sampai 2 menit setiap jam.
Nah, begitu pula dengan mindset wirausaha. Katakanlah dalam hati “Saya adalah orang yang berani menanggung resiko, cepat mengambil keputusan, jujur dst, karena saya adalah seorang wirausahawan yang berhasil”. Lakukan ini setiap jam selama 1 sampai 2 menit setiap hari. Dalam waktu 1 tahun, lagi-lagi ini ucapan Jennie S.Bev, sikap mental tersebut pasti kita miliki.
2. Temukan Alasannya
Ada rumus lagi berkaitan dengan alam bawah sadar, bahwa alam bawah sadar kita lebih mementingkan ‘mengapa, bukan bagaimana’. Maksudnya, gambarkan dalam imajinasi kita apa yang mendorong kita sehingga ingin berwirausaha. Bukan bagaimana caranya berwirausaha. Misalnya, kita adalah pemilik beberapa perusahaan besar dengan kantor yang megah. Kita sangat kaya raya, mobil kita banyak dan dihormati banyak orang. Gambarkanlah dalam pikiran kita imajinasi tersebut setiap menjelang tidur.
Dengan melakukan secara rutin penggambaran mental tersebut, kita dapat meningkatkan motivasi diri kita untuk mencapai apa yang kita gambarkan itu. Selain itu, menurut ‘Hukum Tarik Menarik’ apa yang kita pikirkan, akan memancarkan ke alam semesta, yang selanjutnya alam semesta akan mengirim balik frekuensi pikiran tersebut kepada pemiliknya dalam bentuk berbagai hal yang dapat mewujudkan isi pikiran tersebut. Singkatnya, apa yang kita pikirkan, alam akan membantu kita mewujudkan pikiran kita.
Mengapa harus menjelang tidur ? Sebetulnya waktu yang baik untuk berimajinasi seperti itu bukan hanya menjelang tidur saja. Segala waktu bisa saja kita lakukan sepanjang kita bisa mengkondisikan pikiran kita sebagaimana halnya kondisi pikiran sebelum tidur. Kondisi pikiran menjelang tidur adalah berada pada ambang sadar. Dalam fase demikian, kontrol kesadaran sangat lemah, sehingga kita memasukkan sugesti-sugesti yang berupa imajinasi tadi ke dalam alam bawah sadar.
3. Fokuskan
Selain membangkitkan kekuatan alam bawah sadar, kita juga harus mengelola otak sadar dan tenaga kita. Dunia wirausaha terbentang sangat luas. Banyak pilihan ada di sana. Banyaknya pilihan seringkali membingungkan new comers. Orang-orang yang mau berwirausaha seringkali kebingungan mereka akan bergerak di bisnis apa ? Apa di bidang makanan, retail, beternak, produksi, atau usaha jasa ? Dan, pada masing-masing bidang yang disebut masih banyak lagi pilihannya. Misalkan bidang makanan, apa makanan ringan, atau rumah makan, kue untuk pesta, jajanan untuk oleh-oleh dan lain-lain.
Jika tidak pandai menyikapi banyaknya pilihan ini bisa membuat seorang wirausahawan ‘mondar-mandir’ tanpa pernah mencapai hasil sukses. Misalkan, oleh karena melihat temannya yang membuka usaha makanan ringan sukses, ia lalu membuka usaha seperti itu. Setelah beberapa bulan berjalan, ia mulai merasakan susahnya berbisnis di bidang makanan ringan. Lalu, ia memutuskan berganti usaha. Setelah mengobservasi ke sana-kemari, bertemulah ia dengan kawan lamanya yang sukses membuka usaha foto copy. Maka, ia pun ikut-ikut membuka bisnis foto copy. Namun, baru beberapa bulan, ia mulai merasakan sulitnya bisnis di bidang foto copy. Celakanya, ia kemudian memutuskan untuk berhenti berbisnis foto copy. Dan berganti dengan bisnis lainnya. Begitu seterusnya, hingga setelah beberapa tahun ia belum menghasilkan apa-apa.
Oleh karena itu, sebelum memulai berbisnis, mantapkan terlebih dahulu, kita akan mengambil bidang apa. Setelah itu, pelajari segala liku-liku dari bisnis tersebut. Pelajari peluang-peluangnya, kesulitan-kesulitannya dan berapa modal minimal yang dibutuhkan untuk bisa berhasil.
4. Belajar Pada Ahlinya
Yang dimaksud ahli di sini adalah orang-orang yang telah sukses di bisnis tertentu. Orang yang telah sukses di dunia bisnis adalah orang-orang yang telah berhasil mengatasi berkali-kali kegagalan, rintangan maupun kesalahan pada bisnis tersebut. Selain itu, mereka juga telah menemukan ‘jalan rahasia’ bagi kesuksesannya pada bisnis yang digelutinya. Maka, merupakan langkah yang sangat tepat untuk belajar menjadi pengusaha sukses pada mereka.
Persoalannya, kemana kita dapat menemukan mereka ? Memang tidaklah mudah untuk berkenalan dengan orang-orang sukses semisal Ciputra, Aburizal Bakri, Tung Desem Waringin, Tomi Winata maupun pengusaha top lainnya. Nah, kalau sekadar berkenalan saja nyaris tidak mungkin bagaimana bisa belajar dari mereka ? Tidak perlu berkecil hati. Kita bisa belajar dari biografi mereka. Bukankah banyak buku-buku yang beredar di pasaran tentang biografi mereka ?
Selain itu, yang disebut pengusaha sukses kan tidak selalu harus sebesar dan sehebat mereka. Bisa jadi teman atau tetangga ada juga merupakan pengusaha yang tergolong sukses dengan ukurannya masing-masing. Dekati orang-orang seperti itu dan belajarlah menjadi pengusaha sukses pada mereka. Pelajari langkah-langkah apa yang telah mereka lakukan dalam membangun bisnisnya; tanyakan sikap mental apa yang mereka kembangkan sehingga mereka menjadi sukses; bagaimana cara mereka mengatasi masalah-masalah bisnis yang dihadapinya; dan hal-hal lain yang kita anggap penting.
Berkenaan dengan ini, ada nasehat penting yang dari Tung Desem Waringin “Jika ingin menjadi orang kaya, jangan membenci orang kaya”. Begitu pula jika ingin menjadi pengusaha sukses, jangan pernah membenci pengusaha yang telah sukses. Mengapa tidak boleh membenci mereka ? Karena begitu ada benci di benak kita terhadap pengusaha-pengusaha yang telah sukses, maka artinya kita telah menutup diri untuk belajar kepada mereka. Kemudian, kalau tidak mau belajar sukses kepada mereka, kita belajar kepada siapa ?
5. Take Action
Tulisan di atas tidak akan ada manfaatnya bagi kita jika tidak kita praktikkan. Oleh karena itu, kita harus praktikkan sekarang juga.
Sumber: http://rohadientrepreneurship.blogspot.sg/2011/02/membangun-mindset-wirausaha.html
Nomor 3
->Ada banyak cara yang dapat digunakan untuk menumbuhkan keterampilan berfikir kreatif. Semua itu harus dimulai dari diri kita yang menyadari suasana atau cara berfikir yang tidak kreatif akan berbahaya bagi kesejahteraan dan kedamaian hidup kita di kemudian hari.
• Jangan batasi diri (to limit self). Janganlah batasi diri kita atau anak-anak kita, kecuali itu masalah moral dan integritas. Jangan batasi hidup dengan rutinitas, mengambil langkah yang mudah, atau takut berlebihan.
• Cobalah menjalani dan menjelajahi jalan-jalan baru saat mengendarai kendaraan kita. Kendarailah seorang diri dan jangan khawatir akan tersesat. Kalau ada anggota keluarga yang selalu mengganggu dan membatasi kita, turunkanlah dia di tempat yang aman, atau mintalah orang untuk menghargai keputusan anda.
• Eksposlah diri anda dengan orang yang berbeda-beda, datangilah mereka, ajaklah berbicara dan kawani orang-orang yang hidupnya tidak rutin. Ubah pergaulan anda.
• Tempati diri dalam hidup yang berwarna ketidakpastian. Beranilah menghadapi tantangan-tantangan yang baru. Keluarlah dari selimut rasa amanmu. Merantaulah. Hiduplah dalam lingkungan baru yang jauh dari aturan-aturan dan proteksi keluarga besar.
• Buatlah selalu suasana-suasana baru. Ubah letak susunan meja-kursi, letakkan lukisan atau hiasan, tempat tidur beberapa bulan sekali. Latihlah berfikir dari hal-hal kecil.
• Gunakan cara berfikir paradoks. Ingatlah dunia ini serba paradoks, carilah selalu pasangan paradoks setiap informasi yang anda terima.
• Kembangkanlah cara berfikir besar. Jangan berfikir yang kerdil-kerdil seperti rumah kecil, hidup seadanya, karir sekedar untuk hidup, warung bakso dan seterusnya. Mulailah berfikir bahwa anda bisa membuat yang besar-besar. Bangunan tertinggi di dunia dan terbesar, bisnis termaju, restoran paling ramai, istri terbaik dan tercantik dan seterusnya.
• Jangan turuti mitos-mitos, ingatlah tak semua guru-guru anda scientis sejati, mereka juga bisa terbelenggu oleh mitos-mitos. Demikian juga dengan orangtua, teman, atasan, ulama, konsultan, dan sebagainya.
• Berpikirlah kritis, namun selalu terbuka dan positif. Jangan menggunakan hujatan, kritik atau pendekatan-pendekatan kontra produktif yang menimbulkan konflik. Tinggalkan saja mitos-mitos itu sambil tersenyum dan berpikir bebas.
• Lakukan perjalanan-perjalanan baru. Perluaslah wawasan kita dan kunjungilah daerah-daerah baru. Jangan berpergian saat liburan sehingga kita tidak berfikir bebas. Jangan berpergian ke tempat-tempat biasa yang selalu dikunjungi banyak orang. Lihatlah daerah-daerah baru dan datangilah kehidupan-kehidupan yang belum kita kenal.
• Bacalah bacaan-bacaan yang beragam. Perluas wawasan kita dan tutuplah buku-buku yang datar dan tidak menantang. Perkaya diri kita dengan buku-buku self help dan teori.
• Ambilah kesempatan-kesempatan untuk mengembangkan hal-hal yang baru. Ambilah resiko itu dan telusuri terus apa yang terjadi. Pelajarilah dan selalu dan bertindak proaktif dan memperbaiki segala hal yang muncul.
Sumber:
http://nunikfalupi.blogspot.sg/2013/11/berfikir-kreatif-dalam-berwirausaha_21.html
http://nunikfalupi.blogspot.sg/2013/11/berfikir-kreatif-dalam-berwirausaha_21.html
->Metode berfikir kreatif yang biasa dilakukan oleh para wirausahawan agar dapat melahirkan produk-produk inovatif adalah dengan teknik create dan teknik visual. Teknik create adalah combination (membuat kombinasi baru), random (menggunakan input yang random), elimination (membuat eliminasi), alternative (menggunakan alternatif), turn around (mencoba cara pikir terbalik) dan extreme (ekstrim kasus).
->Adapun teknik visual berhubungan dengan :
• Amati
Yang dimaksud adalah mengamati bisnis yang sukses dijalankan orang lain. Mengamati bukan dalam arti hanya melihat, akan tetapi mempelajari seluk beluk bisnisnya, menganalisis dan menyimpulkan. Bisnis yang dipilih untuk diamati tentu bisnis yang bidang dan skalanya sesuai dengan kemampuan dan kondisi kita (memungkinkan untuk dilakukan). Jauh lebih baik jika memilih bidang bisnis yang disukai, karena peluang keberhasilannya akan lebih tinggi.
Mengamati, pada prinsipnya adalah proses belajar dan menyerap pengalaman orang lain. Oleh karenanya menuntut kejelian dan kecerdikan. Seorang pengamat yang baik adalah yang berhasil menyerap banyak hal dari obyek yang diamati, termasuk kekurangan dan kelebihannya.
Jika misalnya telah memiliki ketertarikan terhadap suatu bidang bisnis yang terbukti sukses dijalankan orang lain, seyogyanya pengamatan dilakukan tidak hanya pada satu sasaran, jauh lebih baik jika mengamati beberapa sasaran dengan bidang bisnis yang sama. Konsultasi dengan pelaku bisnis yang gagal dalam bidang yang sama juga patut dilakukan. Dengan tujuan untuk memperoleh pengetahuan yang lebih komprehensif (lengkap).
Perihal teknis pengamatan tentu bisa berbeda antar individu karena setiap orang memiliki gaya masing-masing yang dirasa efektif. Namun, cara paling mudah untuk memulai proses pengamatan adalah dengan menjadi konsumen dari sasaran yang dimaksud, melakukan dialog dan interaksi langsung.
• Tiru
Setelah proses pengamatan usai dilakukan dan memperoleh pengetahuan yang cukup, langkah selanjutnya adalah melakukan action. Jika tidak ingin repot memeras otak dan energi untuk merancang sistem dan berbagai hal teknis, maka langkah meniru adalah cara paling mudah untuk dilakukan.
Yang harus diperhatikan dalam proses meniru adalah etika dan pertimbangan yuridisnya. Jangan sampai terjebak dalam situasi yang berakibat buruk, melanggar etika dan hukum. Prinsip usaha, pola kerja, sistem manajemen, peralatan yang digunakan, proses produksi, standar pelayanan, strategi pemasaran, hingga mentalitas dan fighting spirit adalah hal yang dapat ditiru dan tidak beresiko berurusan dengan hukum. Jika yang ditiru adalah logo perusahaan, merek dan hal lain yang dilindungi undang-undang, tentu akan berakibat fatal.
Proses meniru dimulai dari tahap perencanaan. Dengan adanya contoh yang telah diamati maka menyusun perencanaan bisnis menjadi amat mudah. Langkah selanjutnya adalah menindaklanjuti perencanaan tersebut dengan tindakan nyata.
Dengan menempuh metode “Amati dan Tiru”, dapat memangkas pemborosan waktu dan energi yang seharusnya digunakan untuk menemukan ide bisnis serta memikirkan cara kerjanya. Keuntungan lainnya adalah bidang bisnis yang diamati dan ditiru adalah bidang bisnis yang telah terbukti diterima “pasar” dan menuai sukses. Hal ini sejalan dengan salah satu prinsip dasar dalam berbisnis, yakni memilih bidang usaha yang dibutuhkan orang banyak, bukan bidang usaha yang “bisa” kita lakukan. Karena apa yang bisa kita lakukan/kerjakan belum tentu diterima “pasar” dan menuai sukses. Apalah artinya kita bisa membuat/memproduksi suatu barang/jasa tetapi tidak laku di pasaran?
• Modifikasi
Apakah tidak cukup dengan mengamati lantas meniru? Belum. Perbedaan karakter, gaya, sumber daya dan kondisi antar individu menuntut modifikasi harus dilakukan. Selain sebagai penyesuaian, modifikasi juga bertujuan untuk menutup kelemahan (dari hasil pengamatan) dan memberi nilai tambah. Pada tahapan inilah diperlukan kreativitas dan kejelian, agar perubahan/penyesuaian yang dilakukan dapat menambah daya tarik dan efektifitas.
Jika contohnya sudah baik dan terbukti sukses, apakah tetap diperlukan modifikasi? Menurut saya, modifikasi tetap harus dilakukan. Selain untuk menghindari disebut plagiat, modifikasi tersebut bertujuan untuk menambah baik hal yang sudah baik. Kita bisa mempermudah, membuat lebih nyaman, lebih sederhana, lebih bersih, lebih sesuai harganya dan lebih-lebih lainnya.
Sumber:
http://new-funday.blogspot.sg/2013/10/soal-dan-jawaban-materi-kuliah.html
http://new-funday.blogspot.sg/2013/10/soal-dan-jawaban-materi-kuliah.html
Nomor 4
->Jumlah pelaku usaha industri UMKM Indonesia termasuk paling banyak di antara negara lainnya, terutama sejak tahun 2014. Terus mengalami perkembangan sehingga diperkirakan akhir tahun 2016 jumlah pelaku UMKM di Indonesia akan terus mengalami pertumbuhan. Pada tahun 2014, Abdul Kadir Damanik selaku Staf Ahli Menteri KUKM bidang Penerapan Nilai Dasar Koperasi menyebutkan terdapat sekitar 57,9 juta pelaku UMKM di Indonesia. Di 2016 diperkirakan jumlah pelaku UMKM terus bertambah. Selama ini UMKM telah memberikan kontribusi pada PBD 58,92% dan penyerapan tenaga kerja 97,30%. Pada 2016 ini, Presiden Jokowi menyatakan UMKM yang memiliki daya tahan tinggi akan mampu untuk menopang perekonomian negara, bahkan saat terjadi krisis global. UMKM telah menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia dan ASEAN. Sekitar 88,8-99,9% bentuk usaha di ASEAN adalah UMKM dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 51,7-97,2%. Oleh karena itu, kerjasama untuk pengembangan dan ketahanan UMKM perlu diutamakan.
Sumber:
http://www.lisubisnis.com/2016/02/perkembangan-jumlah-umkm-di-indonesia.html
http://www.lisubisnis.com/2016/02/perkembangan-jumlah-umkm-di-indonesia.html
->Fakta perkembangan UMKM yang terjadi di lingkungan sekitar saya adalah sudah cukup baik akan tetapi belum terjadi secara maksimal karena berbagai kendala. Dari berbagai pengamatan saya, dapat disimpulkan bahwa faktor utama yang mempengaruhi perkembangan UMKM adalah permodalan, pemasaran, kebijakan pemerintah, dan sistem produksi yang dijalankan. Empat faktor tersebut saling berkaitan dalam pengaruhnya ke perkembangan UMKM. Permodalan berhubungan erat dengan institusi perbankan di Indonesia yang memberikan pinjaman kepada pelaku UMKM. Pemasaran berhubungan dengan permintaan produk UMKM dan persaingannya dengan produk-produk luar negeri dan usaha besar. Pasar bebas dengan berbagai negara yang baru disepakati pemerintah Indonesia mempunyai dampak yang besar terhadap produk UMKM. Sistem produksi berkaitan dengan teknologi, tenaga kerja, dan rantai suplai bahan baku dan produk UMKM. Kebijakan pemerintah berkaitan erat dengan produk hukum yang mengatur sistem ekonomi di Indonesia. Setiap faktor di atas memberikan kesempatan dan ancaman tersendiri terhadap perkembangan UMKM di lingkungan sekitar saya, sehingga perkembangannya sampai saat ini belum maksimal.
Nomor 5
->Tahapan dalam membuat Usaha Mikro Kecil Menengah yang ideal adalah :
• Mengajukan Surat Izin Pendirian Usaha UKM atau SIUP
Untuk mendirikan UKM, dibutuhkan Surat Izin Pendirian Usaha atau SIUP agar usaha sah dan lebih lancar. Selain itu, dengan SIUP kita juga akan lebih mudah dipercaya saat hendak meminjam sejumlah dana usaha ke bank atau forum keuangan lainnya.
• Membuat Surat Izin Loka Usaha UKM (SITU)
Satu lagi syarat legalitas nan dibutuhkan buat mendirikan usaha kecil dan menengah ialah Surat Izin Loka Usaha atau SITU. Ini ialah syarat wajib dalam membuka usaha. Untuk mengajukan SITU, kita harus berhubungan dengan pemerintah daerah setempat, setingkat kecamatan dan kabupaten. Karena merupakan tanggung jawab pemerintah daerah, syarat dan peraturan seputar SITU bhineka di setiap daerah.
Sumber:
http://www.binasyifa.com/769/09/27/tips-merintis-usaha-ukm-usaha-kecil-menengah.htm
http://www.binasyifa.com/769/09/27/tips-merintis-usaha-ukm-usaha-kecil-menengah.htm
• Aspek Manajemen Usaha
Dalam suatu kegiatan badan usaha haruslah ada manajemen yang mengatur atau menata badan usaha tersebut. Seperti misalnya memiliki beberapa orang karyawan yang telah diberikan tanggung jawab dimasing-masing tugasnya.
• Aspek Operasional
Kita harus memahami bagaimana cara membuat produk yang akan dijadikan usaha, agar produk tersebut memiliki nilai jual yang diterima di pasaran. Menyediakan sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan usaha yang dilakukan, serta merincikan manajemen resiko yang akan terjadi.
• Aspek Pemasaran
Target Pasar merupakan kunci utama yang harus diperhatikan, disini kita mengamati bahwa produk kegiatan usaha diminati oleh semua kalangan. Baik kalangan bawah, menengah, dan atas. Dan juga mulai dari anak-anak sampai orang dewasa.
Konsep Pemasaran yaitu melakukan pengamatan secara langsung kepada para pesaing usaha, misalnya menentukan ciri khas atau keunikan produk yang dihasilkan.
Kualitas Produk Dan Penetapan Harga yaitu membuat produk memiliki kualitas standar, misalnya produk makanan ringan ini mengandung vitamin A-Z dan sesuaikan harga dengan produk yang dihasilkan. Ini dilakukan agar pelanggan dapat membandingkan produk mana yang lebih baik.
• Aspek Keuangan
Merincikan modal untuk kegiatan usaha yang akan dilakukan, antara lain perincian biaya bahan dan perlengkapan kegiatan usaha, perincian biaya operasional dan perincian gaji karyawan.
• Promosi
Promosi perlu dilakukan untuk memperkenalkan produk yang dihasilkan ke masyarakat luas.
• Segmentasi Produk
Lokasi usaha haruslah dipilih tempat yang strategis, agar terlihat jelas prospek penjualannya sehingga memungkinkan akan banyak konsumen yang membeli produk hasil kegiatan usaha.
• Cara Pengelolaan Usaha
Haruslah memiliki visi dalam pengelolaan usaha yang sebenarnya adalah sederhana bagi yang ingin menjadi pengusaha apapun jenisnya. Perlu kita ketahui bahwa bisnis itu seperti pohon mangga yang kita tanam dari pertama kali tunas, maka tanggung jawab kita adalah merawatnya dengan menyiram dan memberi pupuk sampai menghasilkan buah saat panen. Dan tetap berkesinambungan dalam merawatnya, bukan dibiarkan begitu saja sebab akan mengurangi kualitas hasil dan ketika buahnya mulai berkurang bahkan kualitasnya menurun, serta pohon mulai terserang hama maka pohon pun ditebang. Perlu ada kesabaran, keuletan, dan ketelitian untuk menciptakan hasil yang maksimal.
Catatan penting untuk bisnis yang seperti pohon mangga, itulah sebabnya pilihlah bisnis yang kita sukai atau berasal dari hobi kita. Karena yang kita sukai akan menimbulkan semangat dan minat besar agar bisnis yang dijalani sampai berjangka panjang. Rencana yang matang perlu dilakukan untuk melindungi bisnis kita, dan perlu wawasan yang luas untuk memeriksa masalah nominal yang ada. Mulai dari masalah staf, produksi, pemasaran, logistik, dan promosi. Semuanya harus ada pada pembukuan sistem yang telah dibuat. Hal tersebut di atas untuk menghindari situasi yang tumpang tindih dan manajemen tambal sulam di masa mendatang.
• Analisis SWOT
Setiap memulai suatu kegiatan usaha kita harus mengukur kemampuan kita terhadap lingkungan atau pesaing melalui analisis SWOT yaitu strength (kekuatan), weakness (kelemahan), opportunity (peluang) dan treath (ancaman).
Sumber:
http://usahamodalkecil31.blogspot.sg/2012/08/cara-mendirikan-usaha-mikro-kecil.html
http://usahamodalkecil31.blogspot.sg/2012/08/cara-mendirikan-usaha-mikro-kecil.html
Nomor 6
->Robin Boadway (1996) mendefinisikan kewirausahaan sebagai suatu proses dimana orang mengejar peluang-peluang, memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui inovasi, tanpa memperhatikan sumber daya yang mereka kendalikan saat ini. Ia mengingatkan bahwa mengelola usaha kecil tidak selalu sama dengan kewirausahaan. Tidak seluruh manajer usaha kecil adalah seorang entrepreneur. Banyak manajer usaha kecil tidak inovatif, tapi hanya mengoperasikan bisnisnya seperti organisasi birokratif. Ada perbedaan-perbedaan penting dalam manajerial seorang entrepreneur dan manajer birokratis dalam suatu perusahaan. Apa saja yang membedakan mereka ?
->Entrepreneur adalah orang yang aktif mencari perubahan dengan mengeksploitasi peluang-peluang, menerima / mengendalikan risiko, dimotivasi oleh kebebasan dan peluang untuk menciptakan keuntungan finansal, cenderung menerima kesalahan sebagai suatu bagian yang wajar / normal serta lebih intens / langsung terlibat dalam aktivitas operasional organisasi.
->Manajer adalah orang yang suka meminimalkan resiko, cenderung menghindari resiko, dimotivasi oleh promosi karier dan imbalan tradisional lainnya, menghindari kesalahan, cenderung mendelegasikan tugas-tugas dan mengawasi pekerja.
Sumber:
http://ciputrauceo.net/blog/2013/11/19/entrepreneur-dan-manajer
http://ciputrauceo.net/blog/2013/11/19/entrepreneur-dan-manajer
->Beberapa kelebihan menjadi seorang karyawan adalah tidak perlu memikirkan modal untuk membuat sebuah perusahaan, tidak perlu khawatir akan menanggung kerugian, income bulanan yang sudah pasti, mendapatkan tunjangan dari perusahaan dan lain sebagainya. Kekurangannya adalah terikat waktu kerja, income ditetapkan perusahaan, jenjang karir terbatas, terikat aturan pekerjaan, berada di bawah tekanan orang lain (atasan), dan lain sebagainya.
->Beberapa kelebihan menjadi seorang wirausaha tidak terikat waktu kerja (karena kita yang menentukan), income yang tidak terbatas, tidak terikat sistem aturan baku, tidak ada tekanan dari atasan dan lain sebagainya. Kekurangannya adalah risiko kerugian kita yang menanggung, penyediaan modal atau dana untuk beberapa jenis usaha, tidak pasti dalam keuntungan dan lain sebagainya.
Sumber:
http://lalanzaelani.blogspot.sg/2012/02/karyawan-atau-wirausahawan.html
http://lalanzaelani.blogspot.sg/2012/02/karyawan-atau-wirausahawan.html
Nomor 7
Rencana Merek
RF Coffee Machine Vacuum
Konsep Ide
->Mendaur ulang bohlam bekas menjadi sesuatu barang yang lebih berguna, bermanfaat dan memiliki nilai ekonomis. Waktu yang dibutuhkan untuk mendaur ulang bohlam bekas menjadi RF Coffee Machine Vacuum kurang lebih sekitar delapan menit.
->Hal-hal yang diperlukan untuk membuat RF Coffee Machine Vacuum ini adalah tiga bohlam bekas dan beberapa kuningan bohlam, ampelas, kertas filter, sedotan, tang, ring karet, kawat logam, silicon, lem super, magnet, sekrup, tang, gunting serta sarung tangan dan masker wajah untuk tujuan keselamatan selama pembuatan.
->Dengan memasukkan air ke dalam bagian bawah bohlam dan kopi bubuk ke dalam bagian atas bohlam RF Coffee Machine Vacuum ini, lalu bagian bawah bohlam dipanaskan dengan api yang berukuran kecil, maka tidak lama kemudian air akan berpindah melalui sedotan ke bagian atas bohlam dan merebus kopi. Setelah air berpindah ke bagian atas bohlam, lalu matikan api dan tunggu air hasil rebusan kopi tersebut berpindah kembali melalui sedotan ke bagian bawah bohlam. Setelah itu, bagian atas bohlam hanya tersisa ampas kopi hasil rebusan dan bagian bawah bohlam kita bisa buka untuk kita tuangkan ke dalam cangkir. Selanjutnya hanya perlu kita tambahkan gula ke dalam cangkir tersebut dan kopi pun siap disajikan.
Rencana Operasional
->Pada awalnya, kebutuhan operasional bisnis ini membutuhkan tenaga kerja minimal tiga orang yaitu coffee machine vacuum producer, customer service dan financial department.
->Tugas coffee machine vacuum producer adalah membeli bahan-bahan dan alat-alat yang dibutuhkan untuk membuat RF Coffee Machine Vacuum, membuat dan melakukan tes terhadap RF Coffee Machine Vacuum sebelum dikirimkan kepada costumer serta mengirimkan RF Coffee Machine Vacuum ke costumer setelah mendapat perintah dari costumer service.
->Tugas customer service adalah menangani pertanyaan-pertanyaan dari costumer, menerima order dari costumer, memeriksa pembayaran dari costumer dan melakukan promosi produk RF Coffee Machine Vacuum ke berbagai media sosial.
->Tugas financial department adalah mencatat pengeluaran untuk memproduksi RF Coffee Machine Vacuum, mencatat penerimaan hasil penjualan RF Coffee Machine Vacuum, membayarkan gaji kepada karyawan lainnya, membuat laporan keuangan setiap akhir bulan.
->Tugas dan wewenang lainnya akan dikondisikan sesuai kebutuhan di lapangan secara lebih spesifik.
Strategi Pemasaran
->Strategi pemasaran yang akan dikembangkan adalah dengan cara bekerja sama dengan pengusaha-pengusaha di bidang industri kreatif yang telah terkenal. Dengan sistem kerjasama ini otomatis akan tercipta pasar pembeli khususnya dengan memanfaatkan pasar yang telah dimiliki oleh masing-masing pengusaha di bidang industri kreatif tersebut dengan mempromosikan media online bisnis produk kita kepada komunitas pembeli masing-masing. Selain melalui media sosial, kita juga melakukan promosi dan penjualan ke orang-orang terdekat seperti keluarga, teman, tetangga dan lain sebagainya.
Sumber:
https://www.youtube.com/watch?v=Q0wGQ4ctkk4
